Siska's rants.. and some other things

A lot of new things happen in my life and surround me..so I decide to write everything comes up in my mind, to remind me again of all the silly and interesting bits and pieces...

Monday, March 12, 2007

(We) give woman a bad name?

Sebelum memulai menulis topik ini, saya ingatkan saja untuk tidak salah sangka dan keburu berprasangka tentang judul diatas. Bukan maksudnya mendiskreditkan wanita atau menunjukan kelemahan-kelemahannya (well, nobody’s perfect sih emang, cuman do not need lah untuk ambil bagian point that out again). Well, bahasan untuk pria jelas akan lebih banyak dan jelas, yang demi ke konsistenan isi, tidak bias disatukan dalam topik ini (dan yang jelas isinya akan panjang sekali).
Saya cuman tiba-tiba agak memikirkan soal hal ini dari banyak contoh-contoh kejadian sehari-hari yang saya temui, apakah itu dari diri saya sendiri, teman-teman saya sesama wanita, cewe-cewe yang saya bahkan tidak kenal, hanya sekadar as a third party spectator saja, ataupun “oknum-oknum” wanita dengan segala contoh kasus mereka yang unik-unik.
Saya perhatikan kalo beberapa hal, predikat kita memang didasari of how we normally react (kita dalam hal ini adalah wanita in general), such as:

Skala prioritas kita yang suka tidak jelas dan sangat fleksibel.
Classic case ya barusan saja terjadi pada diri saya (well, one point to prove that I am really a woman), pergi ke supermarket dengan list barang yang diperlukan untuk kamar kost baru saya, dan finish the 2 hours shopping (walking around each rows in the supermarket) and went to the cashier with 10 things not listed in the list, dan barang yang saya tulis di list tak ada yang terbeli. Ini salah satu rahasia alam semesta yang bahkan saya yang mengaku-aku telah hidup sebagai seorang cewe selama hampir 26 tahun pun masih suka terkagum-kagum. Betapa gampangnya cewe berubah pikiran (salah satu faktor mungkin karena bintang saya gemini yang notabene terkenal dengan 2-side of the personalities). Tapi saya yakin bahwa cewe-cewe yang bukan berbintang Gemini pun tak jarang ada disituasi yang sama, entah berapa sering kita berubah 180 derajat untuk mengerjakan to-do list kita, achieve apa yang menurut kita paling penting, bisa berubah dalam hitungan hari, bahkan jam. Bahkan soal percowo-an, istilah mereka, cewe itu: asal dibaekin terus pasti luluhlah hatinya dan akan berbalik ke kamu.. (well, must admit that we contribute partially in this process). Tadi pagi, saya cari sarapan bersama seorang teman, ke bubur ayam. Setelah beberapa waktu, datang serombongan cewe-cewe duduk di meja yang sama dengan kita dan mereka mulai memesan. Ini dialog antara seorang cewe dengan abang-abang penjual bubur:
Cewe: bang, ada juice apa aja?
Abang: banyak mbak, macem-macem.
Cewe: ya apa aja macem-macemnya?
Abang: hmm.. ada tomat, ada jeruk, ada melon, ada.. apa ya itu yang berduri-duri?
Cewe: sirsak?
Abang: iya itu.. ada yang laen-laen juga
Cewe: alpukat ada ga?
Abang: ada juga
Cewe (diem bentar): ya udahlah, pesen es teh tawar aja…
Lhooo!!!

Kalo udah gini, gimana kita engga dapat vonis sebagai spesies yang susah ngambil keputusan dan plin-plan?

Mengatas-namakan kadar hormon untuk mood swing yang sangat menakjubkan
Kita kayaknya emang harus mengaku kalo setidaknya sekali dalam hidup, pernah meng-excuse diri sendiri dengan alasan PMS. Dengan penjelasan logisnya: kalo lagi mau dapat tamu, kadar hormone kita emang berubah-ubah, hal ini lah yang mengefek ke perubahan perasaan kita. Suka kadang jadi emosi-an, nangis, merasa blue dan putus asa, atau pengen sendiri, uring-uringan gak jelas,, dan seribu satu hal laen yang bikin pusing kepala orang laen.
Padahal, kalo mau dipikr masalah keadilan, apa dasar nya kita bias bikin excuse dengan alasan kadar hormone berubah? Oke lah, dia mengefek ke perasaan kita. But at the end we are a free-will human being, yang dikaruniai akal cerdas (menurut pelajaran PMP), yang bias menimbang mana hal yang logis dan pantas untuk diambil. Yang mau saya sampaikan itu adalah, nothing wrong emang kalo kita mau bersikap bitchy dan annoying, cuman ya ngapain harus pake alasan PMS? Emang kita nya aja yang deep down inside telah memutuskan, mau jadi uring-uringan, instead of be calm, mau bersikap whinny instead of strict, nangis instead of smiling. Sekali lagi, ga ada salahnya emang kalo suatu saat kita perlu ambil yang pilihan jelek… cuman ya, jangan salahin proses biologis yang emang udah dari sono nya dong.

Selalu punya dua set ukuran untuk hal yang sama pada hampir semua kesempatan
As one friend commented about me “ Siska, you always have two sets of parameters for almost everything, one for other person and one for yourself”. Artinya kira-kira: saya itu selalu engga fair, karena saat saya menetapkan kalo orang laen harus A, tapi kalo buat saya sendiri, B is okay. Another unexplainable thing yang artinya bagi third party adalah kita not being enough fair to the world around us. Tapi apakah alasan itu dapat diterima kita? Ataukah yang terjadi sebenarnya adalah, bukannya mau ga adil, cuman kita selalu pusing dengan bermacam-macam point of view kita untuk one little tiny thing, sehingga itulah yang mengaburkan kevalidan pendapat kita akan satu hal yang sama cuman terjadi pada circumstances atau orang yang berbeda walopun bedanya sedikit sekali, tapi bagi kita, beda setipis kertas itu udah cukup untuk me-modify dan alter pendapat kita.

Crying is a blackmail
Seorang teman pria saya mengirim email yang berisi presentasi lucu tentang pendapat-pendapat pria pada umum nya (pada umumnya dalam hal ini adalah: cynical dan dalam beberapa hal, sangat blurry dilihat dari sudut pandang mereka). Salah satu diantara komentar-komentar yang paling susah dilupakan adalah "crying is a blackmail".
Dalam hal ini kayaknya kita tidak bisa menyanggah komentar ini, soalnya boleh dibilang secara langsung ataupun tidak, secara disengaja maupun tidak, cewe dan airmata emang berkaitan.. dan betapa lihainya kita yang bisa memainkan airmata, secara tepat sesuai kebutuhan dan kondisi.. kita cuman bisa bilang.."salah siapa, cowo harus lemah terhadap airmata?"

Memang suka di gombalin
What can we say? we love lovely words, eventhough it is not true. We love to hear nice things, even if it is a lie. Berapa persen dari kita yang (sebenernya) sebel, kalau mendengar orang laen membenarkan bahwa kita kelebihan berat badan atau pilihan kostum kita salah?

Compulsive.. about anything
Saat stress, oh, nikmatnya menghabiskan keripik satu kantong besar (ups, cerminan dari personal statement), jalan-jalan ke mall atau shopping center, mendadak lupa bahwa sebenernya yang harus di punyai adalah sebuah lemari baru (karena koleksi baju sudah menumpuk dan tak tertampung lagi di lemari lama) eh, malah sibuk melihat-lihat keranjang sale, dengan alasan :"kan mumpung murah". Betapa senangnya punya persediaan akan sebuah jenis barang yang sama, entah itu "dalaman", kebutuhan bulanan, persediaan snack untuk meng-indulge ourself saat PMS (yahh.. PMS lageee) atau saat mood sedang tak bisa di katrol.
Case laen adalah, super compulsive-slash-paranoid kalo berhubungan dengan si kekasih, entah menelpon atau sms semenit sekali (mumpung sekarang udah ada teknologi komunikasi yang murah), sibuk menduga-duga yang tidak-tidak (atau dalam hal yang berhubungan dengan pria -menduga-duga yang iya-iya) saat si dia absen menelpon hari ini. Ada satu ilustrasi yang sangat menarik dari hal ini

BUKU HARIAN ISTERI
Minggu Malam -
Dia bertingkah aneh. Sebelumnya kami berjanji bertemu di Cafe.
Aku shopping seharian dg teman-teman, sehingga mungkin dia kesal karena aku agak telat sampai di Cafe, tapi dia tak berkomentar.
Ngobrolnya nggak nyambung, jadi aku usul kita pergi ketempat yang agak sepi supaya ngobrolnya lebih enak, dia setuju tapi tetap diam dan berjarak.
Aku tanyakan apa yang salah - dia jawab, "Tak ada". Aku tanyakan apakah kesalahan ku yang membuatnya kesal.
Dia bilang hal ini tak ada kaitannya dengan ku dan minta aku nggak usah khawatir.
Dalam perjalanan pulang, ku bilang aku mencintainya, dia cuma tersenyum tipis dan tetap menyetir.
Aku tak bisa menjelaskan perangainya sore itu.
Aku tak habis pikir kenapa dia tak menjawab, "aku cinta kamu juga".
Sesampainya dirumah, aku merasa kehilangan dia, dan seolah-olah dia tak menghendaki ku lagi.
Dia hanya duduk dan nonton depan TV; dia terlihat jauh dan menghilang.
Akhirnya aku putuskan untuk tidur. Sekitar 10 menit kemudian, dia menyusul ke kamar.
Aku nggak tahan lagi, kuputuskan untuk menghadapinya dan menanyakan soal sebenarnya! tapi dia langsung tertidur.
Aku mulai menangis sampai tertidur.
Aku tak tahu apa yang harus ku lakukan. Aku yakin pikirannya sama cewek lain.
Hidupku serasa kiamat...

BUKU HARIAN SUAMI
Hari ini Manchester United kalah. SIALAAAN....
hehehehe....
Suka (kadang-kadang) manipulative
Being manipulative is nice, siapa sih yang tidak senang kalo diantar jemput seorang pria, diimbuhi dengan predikat (atau obyek pembantu): -mobil yang decent, syukur-syukur mobil ber merk 3 huruf, keluaran terbaru. Seperti pada jaman kuliahan dulu, saat mayoritas anak kuliahan masih membawa sepeda motor (maklum, saya kuliah di UGM yang terkenal sebagai kampus ndeso), sebagai mahasiswi di kampus teknik yang hampir 90% nya terdiri dari cowo, kami kadang-kadang sibuk (ber-andai-andai) bisa menjawab tawaran menumpang dari para pria itu dengan respons seperti ini: " maaf ya, bukan ga mau ikut kamu, cuman sekali-kali pengen numpang di samping, bukan di belakang kamu". (Tak perlu ditambahkan on the record bahwa kalimat ini tidak pernah bisa sampai mendapatkan kesempatan yang nyata untuk digunakan)
Tapi benar terjadi, kalo banyak hal kita sebagai cewe (merasa) punya hak untuk memanfaatkan cowo (more specifically: cowo nya sendiri.. dan in general, cowo siapa aja juga tidak masalah, sepanjang tindakan dilakukan tanpa ada paksaan dari satu pihak ke pihak laen).
Kenapa kita bisa melakukan hal ini?.. karena kita punya banyak senjata untuk menjadikan hal ini achieveable dan juga tidak melupakan kelemahan cowo, yang sedikit kita memaklumkan perang dingin (pura-pura) tentunya.. mereka sudah akan luluh.
Tentunya kita terlepas dari kursi terdakwa kan? lha wong cowo nya saja tidak protes kok.
And then, we will go back to each points above and I am sure there are more other points since there are more than 3 millions of us all around the world, re-think and hmm.. well, since we have two set of parameters for almost anything, then we can say..."Wow.. I never realized that I've had so much power!"
I love being a woman!!!

Labels:

1 Comments:

Post a Comment

Subscribe to Post Comments [Atom]

<< Home